Jumat, 09 November 2012

materi psikologi (pengambilan keputusan)



Pengambilan Keputusan
·      Proses adalah tindakan yang dilakukan oleh manajemen untuk mencapai tujuan organisasi.
·      Pengambilan keputusan adalah proses organisasi (karena melebihi individu dan mempunyai efek pada tujuan organisasi.
Proses Pengambilan Keputusan
-  Menurut Herbert A.Simon ada 3 tahap utama dalam proses pengambilan keputusan :
1.    Aktivitas Inteligensi, penelusuran kondisi lingkungan yang memerlukan pengambilan keputusan.
2.    Aktiva desain, terjadi tindakan penemuan,pengembangan dan analisis masalah
3.    Aktivas memilih, pilihan sebenarnya (memilih tindakan tertentu dari yang tersedia)
-  Yang lebih empiris adalah tab menurut Mintzberg,yaitu :
1.    Tahap identifikasi, pengenalan masalah dan diagnosis di buat.
2.    Tahap pengembangan, pencarian prosedur yang ada atau mendesain solusi yang baru.
3.    Tahap seleksi, tahab seleksi:penilain,analisis dan penawaran. Kemudian oktorisasi.
Perilaku pengambilan keputusan
-       Para ahli berpendapat, individu memiliki keterbatasan kognitif. Kompleks organisasi dan dunia menyebabkan individu bertindak dalam situasi ketidakpastian dan informasi begitu ambigu dan tidak lengkap. Resiko ketidakpastian : keputusan yang diragukan(tidak etis).
-       Dasar untuk mengembangkan dan menganalisis berbagai model pengambilan keputusan : tetap mempertahankan tingkat dan arti rasionalitas.
-       Rasionalisasi keputusan. Keputusan dianggap rasional saat penyesuaian rencana pada tujuan dicari oleh individu/organisasi,keputusan dianggap rasional secara organisasi jika di maksudkan untuk tujuan organisasi,dan keputusan di anggap rasional secara personal jika di arahkan pada tujuan pribadi.

-       Model perilaku pengambilan keputusan :
1.    Model rasionalitas ekonomi.
Model ini berasal dari model ekonomi klasik,terdapat asumsi : keputusan akan sepenuhnya rasional dalam hal rencana-tujuan,terdapat sistem pilihan yang lengkap dan konsisten,kesadaran penuh terhadap semua kemungkinan alternatif,tidak ada batasan pada komputasi,probabilitas kalkulasi tidak menakutkan/misterius.Keputusan akan di arahkan kepada titik profit maksimum(MC=MR).
2.    Model sosial.
Model yang digambarkan pada psikologi berlawanan dengan model rasional ekonomi. Sigmund freud memandang manusia sebagai sekumpulan perasaan,emosi,dan naluri dengan perilaku dipandu keinginan yang tidak disadari. Sehingga orang tidak dapat mengambil keputusan yang efektif. Ada kemungkinan bahwa sesuatu dapat di ubah. Alasan fenomena eskalasi komitmen,adalah :karakteristik proyek,determinan psikologi,kekuatan sosial,determinan organisasi.
3.    Model rasionalitas terbatas dari Simon.
-   Dalam memilih alternatif,manajer berusaha meminimalkan kepuasan.
-   Mereka sadar bahwa dunia yang mereka rasakan adalah dunia nyata yang disederhanakan secara drastis.
-   Karena mengejar kepuasan yang minimal sehingga mereka dapat membuat pilihan tanpa menentukan semua kemungkinan alternatif perilaku.
-   Karena mereka memperlakukan dunia itu kososng, maka mereka hanya membuat keputusan dengan metode pengalaman atau trik perdagangan atau kebiasaan.
Dalam perbandingannya dengan model rasional ekonomi,model ini juga rasional dan maksimal tetapi terbatas.
4.    Heuristik penilaian dan model bias
-   Kahneman dan Tversky berpendapat bahwa pembuat keputusan mengandalkan heuristik(penyederhanaan strategi atau metode berdasarkan pengalaman).
-   Menurut Simon,kahneman dan tversky pembuat keputusan mempertimbangkan keadilan,kejadian masa lalu,keengganan untuk rugi,dan bagaimana keputusan dibingkai.(dulu di abaikan para ahli)
-   Ada 3 bias yaitu : heuristik availabilitas (= input kognitif menjadikan penilian mengacu pada kecenderungan pembuat keputusan untuk menilai frekuensi,probabilitas atau kemungkinan terjadi peristiwa dengan bagaimana mereka mengingatnya. ),Heuristik representatif (=metode keputusan pengalaman yang didasarkan pada kemungkinan terjadinya peristiwa seperti persamaan kejadian sampai stereotip kejadian yang serupa), heuristik kerangka referensi dan keputusan (=pembuat keputusan memberi penilaian dengan memulainya dari nilai atau kerangka referensi dan kemudian keputusan akhir dibuat)
Gaya Pengambilan keputusan
·      Gaya direktif : toleransi rendah pada ambiguitas dan berorientasi pada tugas dan masalah teknis. Cenderung lebih efisien,logis,pragmatis,dan sistematis.
·      Gaya analitik : toleransi yang tinggi untuk ambiguitas dan tugas yang kuat serta orientasi teknis. Jenis ini suka menganalisis situasi.
·      Gaya konseptual : toleransi tinggi untuk ambiguitas,orang yang kuat,dan peduli pada lingkungan sosial. Merka berpandangan luas dalam memecahkan masalah dan suka mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan masa mendatang.
·      Gaya perilaku : toleransi ambiguitas yang rendah,orang yang kuat peduli lingkungan sosial.  Pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang lain dan menyukai situasi keterbukaan dalam pertukaran pendapat.
·      Implikasi gaya keputusan : penelitian menunjukkan bahwa pembuat keputusan cenderung lebih dari satu gaya yang dominan. Gaya ini membantu menjelaskan mengapa manajer yang berbeda membuat keputusan yang berbeda pada informasi yang sama.
Teknik Pengambilan Keputusan Partisipasif
Tingkat partisipasi ditentukan oleh faktor pengalaman individu atau kelompok dan sifat tugas(semakin banyak pengalaman semakin terbuka). Karena tekanan kompetisi,eliminasi hubungan hierarki bawahan atasan dan munculnya tim,struktur horizontal,dan TI terbatas maka menggunakan teknik tersebut. Teknik partisipasi individu  adalah dimana karyawan memengaruhi pengambilan keputusan manajer. Partisipasi kelompok menggunakan teknik konsultasi dan demokrasi. Dalam teknik ini manajer meminta keterlibatan karyawan tetapi tetap mempertahankan haknya sebagai pengambil keputusan.
Masalah dalam teknik ini adalah kecenderungan terhadap pseudo-partisipasif (partisipasi palsu). Manajer meminta partisipasi tetapi saat bawahan menanggapinya malah di abaikan(tidak ada fedback).
·      Kreatifitas dan pengambilan keputusan kelompok : kunci untuk pembuat keputusan yang efektif adalah bukan menjadi seorang ahli teknologi informasi,tetapi menjadi pembuat keputusan yang dapat menggunakan teknologi informasi secara efisien dan efektif. Teknik ini hanya tersedia untuk manajer.
·      Proses kreativitas : Teresa Amabile berpendapat bahwa kreativitas mempunyai fungsi tiga komponen utama,yaitu keahlian,keahlian pemikiran kreatif,dan motivasi.
·      Devinisi psikologis dan analisis kreativitas : Kreativitas melibatkan kombinasi respon atau ide individu atau kelompok dengan cara yang baru. Kreatifitas memerlukan observasi,pengalaman,pengetahuan,dan kemampuan yang berbeda setiap orang. Dua dimensi proses kreatif yaitu : pemikiran divergen,dan kompleksitas kognitif.
·      Teknik kreatifitas untuk pengambilan keputusan manajemen : teknik ini berguna saat menciptakan produk baru,karena menghindari masalah umpan balik pelanggan.
·      Pengambilan keputusan kelompok : skema yang muncul,yaitu : skema kemenangan mayoritas,skema kemenangan sebenarnya,skema mayoritas dua per tiga,aturan perubahan pertama.
·      Teknik delphi : cara kerja teori ini : sebuah kelompok dibentuk tetapi anggota tidak berinteraksi langsung,setiap anggota diminta membuat prediksi atau input tanpa mencantumkan nama untuk keputusan kelompok,setiap anggota menerima fedback gabungan dari orang lain,pada fedback dilakukan babak lain dari input anonim. Kritik pada teori ini adalah delphi berpusat pada konsumsi waktu,biaya dan efek papan ouija.
·      Teknik kelompok nominal : kelompok ini lebih unggul dari pada kelompok riil. Kelompok yang berinteraksi mempunyai disjungsi tertentu yang menghalangi kreatifitas. Langkah pendekatan NGT : pembangkitan ide,umpan balik round-robin,pembahasan setiap ide,voting individu mengenai ide prioritas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar